Alamat HilKast Bird Farm

.
.
.
.

Puncak Buring Indah Blok B4-33
CitraGarden City Malang
Kel Buring, Kec Kedungkandang
Kota Malang
Phone +6281335003344
+6285877999788
email: amiexs@gmail.com
ig: @amiexz

Facebook : Hilkast Bird Farm
Hilkast BirdFarm
.

HilKast Bird Farm Property

HilKast Bird Farm Property

Pages

Selasa, 28 September 2010

Anis Merah

Salah satu koleksi burung saya, Anis Merah, seperti biasa, saya tidak memberikan nama kepada burung burung saya, begitupun dengan Anis Merah ini. he he he

beberapa kali hanya dibawa ketempat latihan, dan tidak pernah di lombakan, karena saya memang tidak handal mewarat Anis Merah, jadi burung ini anya menjadi klangenan saja dirumah.

meski rawatan seadanya. EFpun jika memang ada stok, Anis Merah ini tetap saja teler bahkan kalau tidak dikerodong bisa mulai subuh sampai malam dia teler dan bunyi, jadi kasihan juga. he he he, maka dari itu aya buka kerodong jika sedang ingin dengar suaranya saja, saat ini Anis Merah ini di rawat oleh adik saya yang memang dari dahulu suka Anis Merah. rencananya saya akan carikan betina untuk Anis Merah ini dan mencoba untuk menernaknya.

semoga saja berhasil.



bersama dengan Anis Merah tersebut, bi bawa juga trotol Murai Batu. saya kira sekarang umur sudah 2 tahun lebih dan jika memang dilombakan, saya kira juga sudah waktunya.

Permasalahan Dalam Breeding (Calon Induk)

Mungkin meski awam, mudah bagi kita membedakan antara Murai Batu jantan dan Betina, namun jika kita sudah menggeluti Breeding, tidak sedikit dari kita yang kesulitan untuk membedakan Calon induk, terutama bagi para pemula yang ingin beternak, ada kalanya bulu betina nampak seperti jantan, dan ini yang sering di jumpai, maka dari itu tulisan ini mencoba untuk memberikan jawaban atas masalah masalah yang berkaitan dengan calon induk Murai Batu.

Permasalahan pada Calon Induk


tanya : bagaimana cara membedakan antara induk jantan dan betina
jawab : ini adalah pertanyaan mendasara yang biasa ditanyakan oleh peternak, khususya mereka yang berminat dan masih baru dalam bidang penangkaran.
seperti juga sudah saya ulas dalam posting saya terdahulu adapaun ciri ciri untuk

Murai Batu jantan

1. Tubuh Besar
2. Warna bulu mengkilat
3. Ekor panjang (untuk kawasan tertentu)
4. Suara keras dan bervariatif
5. Apabila didekatkan dengan jantan yang lain, maka akan ngeplay dan melawan
6. Kepala Besar dan cenderung agak kotak dan ceper.

ini adalah beberapa contoh Murai Batu Jantan










ini adalah anakan saya dan saat saya foto, umur masih 8 bulan, saat ini akan menghuni kandang penangkaran saya juga sebagai induk (calon Induk)



ini adalah anakan jantan saya yang lain, saat difoto usia sekutar 7 bulan, caon induk juga untuk kandang penangkaran saya




sengaja saya tammpilkan mode jantan yang lain dari koleksi saya, sehingga tidak jenuh dan membosankan karena jantan saya lainnay sudah saya upload diposting yang lainnya
sombong mode On... :)

untuk ciri ciri murai betina adalah:

1. Tubuh kecil
2. Warna bulu pudar, terutama dibagian leher dan dada
3. Ekor pendek, berkisar antara 8 s.d 10cm, untuk 15 cm sudah termasuk panjang
4. Suara pelan, monoton dan hanya ngeban ngeban
5. Apabila didekatkan dengan jantan maka akan ngeper dan minta kawin jika sudah birahi
6. Kepala kecil dan bulat

ini adalah contoh dari Murai Batu betina

betina umur 6 bulan

Photobucket

betina genit

Photobucket





Tanya : Bagaimana mengetahui induk jantan dan betina sudah birahi?
Jawab : Induk sudah birahi dapat diketahui dengan :
Jantan:
sering bunyi dan lebih gacor dari biasanya
suara kecil kecil dan ngerol seperti air mancur
saat didekatkan dengan betina langsung mrayu dengan cara bunyi kecil kecil dan ngerol, biasanya disertai dengan gerakan kepala yang manggut manggut untuk memikat betina

Betina:
biasanya menyahut jika ada suara jantan
akan ngeper jika didekatkan dengan jantan
saat di kandang penangkaran, akan mulai menyusun sarang


Tanya : Mulai umur berapa Murai Batu bisa dijodohkan da mulai produksi
Jawab : Murai Batu bisa dijodohkan mulai dari trotol atau masi kecil, juga dapat dijodokan jika sudah memasuki masa birahi, biasanya jika kita membeli dari trotol, maka sejak trotol itulah Murai batu bisa dijodohkan.
untuk penjodohan dari dewasa, alangkah baiknya kita juga melihat umru Murai tersebut.
Untuk Murai Batu hasil tangkapan hutan, jantan biasanya mlai berani kawin memasuki umur 2,5 tahun atau 3 tahun, sekitar 3 kali ngurak, saat itu jantan sudah siap untuk kawin, sebelum itu, jantan tetap bisa dijodohkan, namun belum berani untuk mengawinin betinanya.
untuk betina hasil tangkapan hutan biasanya siap produksi pada umru 1 tahun, namun sudah bisa dijodohkan saat usia memasuki 8 bulan
Untuk jantan hasil ternak bisa produksi mulai umur 2 tahun, artinya setelah 2 kali ngurak, Murai Baru sudah berani mengawinin betina, namun untuk penjodohan, umur 1 taun pun suda bisaj dijodohkan
untuk murai Baru betina akan siap bertelur pada usia 8 bulan, jadi umur 7 bulan sudah bisa untuk dijodohkan



Tanya : bagaimana ciri ciri Murai Batu yang sudah jodoh?
Jawab : selama kista satukan dalam kandang penangkaran kedua calon induk tidak berantem, itu juga sudah bisa dikatakan jodoh.
namun biasanya Murai Batu yang sudah jodoh ditandai dengan:
- tidur perdampingan saat tidur
- jantan lebih mengalah kepada betina, terutama saat makan
- terkadang bunyi saling bersahutan
- jantan dan betina saling loloh


Tanya : Berapa lama setelah jodoh, pasangan Murai Batu akan produksi?
Jawab : biasanya jika memang saat penjodohan sudah sama sama memasuki masa birahi, maka dalam waktu 3 minggu sampai 1 bulan induk beina akan bertelur, namun tidak menutup kemungkinan betina akan mulai bertelur dalam 2 bulan, 6 bulan, 1 tahun atau 2 tahun setelah dijodohkan, itu tergantung kesabaran dan kejelian kita, selain itu kita harus benar benar pastikan bahwa induk sudah benar benar birahi dengan pemberian EF yang tepat.





maaf saya cut dulu,....

banyak kerjaan, jika ada pertanyaan silahkan aja komentar di bawah, nanti saya akan balas,....
he he he, jika kerjaan kelar saya akan lanjutkan nih posting... he he he

Permasalahan Dalam Breeding (Kandang Penangkaran)

banyak permasalahana yang dikeluhkan oleh teman teman dalam proses breedingnya, dari mulai persiapan kandang sampai dengan pasca menetas,

mungkin tulisan ini bisa bermanfaat bagi teman teman yang masih ada kendala dalam proses ternak burungnya, bukan saja Muai Batu, namun juga burung yang lain.

Kendala Kendala dalam Proses beternak Murai Batu dan burung lain

1. Kandang Penangkaran

tanya : berapa ukuran idela untuk kandang penangkaran
jawab : untuk kandang penangkaran sebenarnya tidak ada ukuran yang pasti, setiap peternak memiliki ukuran kandang masing masing buat momongannya, namun yang jelas kandang haruslah nyaman bagi burung, khusus untuk Murai Batu dan Kacer saya biasa menggunakan kandang ukuran P x L x T = 2m x 1m x 2m, itu sudah cukup dan menurut saya sudah ideal. namun jika memang ada keterbatasan lahan, memakai kandang minimalis juga bisa, kandang umbaran kacer atau sangkar gantung juga bisa kok, asal burung merasa nyaman dan burung merasa nyaman dan bisa melakukan proses kawin, saya rasa dengan kandang ukuran berapapun akan mengasilkan.

tanya : apa saja yang harus disiapkan dalam kandang penangkaran dan bagaimana letaknya
jawab : dalam kandang penangkaran yang harus dipenuhi adalah: tempat pakan, tempat minum, bak mandi, kotak sarang, tangkringan, daun pinus kering untuk bahan sarang. untuk letaknya, upayakan tempat pakan tidak bisa dijangkau oleh semut, hal ini biasa disiasati dengan pemberian olie, selain itu, upayakan tempat pakan, minum, dan bak mandi jangan tepat dibawah tangkringan, agar tidak terkena kotoran burung,begitu juga dengan daun pinus, letakkan di tempat yang bersih dan tidak sampai terkena kotoran burung, untuk kotak sarang, alangkah baiknya disiapkan lebih dari satu macam, letakkan dengan ketinggian diatas kepala orang dewasa, upayakan kotak sarang ditempatkan pada tempat yang paling aman dan nyaman, jauh dari jangkauan binatang pengganggu seperti tikus dan kucing, dan upayakan seminim mungkin dari lalu lalang orang, yang tidak kalah penting juga adalah kotak sarang jangan terlalu dekat dengan atap kandang, terutama jika atap teruat dari seng, karena suhu kotak sarang bisa sangat ekstrim, saat siang bisa menjadi sangat panas, namun jika malam bisa sebaliknya, sangat dingin, dan hal tersebut bisa mempengaruhi telur.

tanya : bagaimana letak dan posisi kandang yang baik?
jawab : posisi kandang yang baik dintandai dengan sirkulasi udara yang baik, dan pencayahaan yang cukup, perlu diingat bahwa cahaya juga mempengaruhi birahi induk, menurut percobaan saya, induk yang terbiasa kena sinar matahari cenderung lebih cepat birahi daripada induk yang tidak pernah terkena sinar matahari. untuk posisi kandang, bagian depan sampai dengan tinggi 80 cm, uoayakan bisa tertutup rapat, hal ini untuk menghindari induk meliat lalu lalang binatang2 pengganggu seperti kucing dan tikus. upayakan suhu di kandang juga selaaslu stabil, sehingga telur bisa menetas dan burung bisa lancar produksi, jika kondisi lingkungan kandang panas, bisa disiasati dengan menyiram setiap pagi, bisa juga dengan memasang selang yg bisa menyemprotkan air seperti hujan, sehingga suhu kandang bisa terjaga.

tanya : bagaimana bentuk kotak sarang yang idel untuk Murai Batu?
jawab : untuk tempat sarang sebenarnya tidak terikat dan bebas, selama induk nyaman dan bisa menempati tempat tersebut untuk bersarang, yang perlu diingat adalah, jangan beri tempat yang terlalu sempit, akibatnya saat bertelur, akan sering terinjak2 induk sehingga kemungkinan menetas menjadi kecil, beri tempat yang agak besar agar induk bebas mengatur sarangnya. untuk tempat sarang bisa berupa kotak kardus, batok kelapa, besek yg biasa buat tempat tape, kotak sarang seperti kenari tpi di perbesar, kotak sarang seperti Love Bird yang diperbesar, dari bumbung atau bambu, dari kayu yang berlubang dan masih banyak lagi.

mngkin ini yang bisa saya uraikan jika teman teman memiliki masalah, silahkan kirim permasalahan mengenai kandang penangkarannya memali poting komentar di bawah ini, sebisa mungkin saya akan menjawab. jika tidak bisa saya akan menanyakan kepada teman teman breeder yang sudah lebih ahli.

Senin, 30 Agustus 2010

Latest Up Date... Video Induk

Kemarin sempat mampir kepenangkaran untuk sekedar memantau indukan.

Lumayan juga, sudah mulai birai semua, semoga saja dalam waktu dekat bisa segera produksi. saat itu saya lihat ternyata ada 1 hal kenapa Murai Batu tidak segera unjal, ternyata memang bahan sarang dari daun pinus sangat kotor, lihat memang terkena kotoran Murai Batu sendiri, untuk itu perlu diganti dengan daun pinus yang baru, diletakkan pada posisi dimana tidak sampai terkena kotoran dan basah.

perlu diingat adalah bahwa beberapa burung burung, termasuk juga murai batu sangat menjaga kebersihan sarangnya, termasuk dari bahannya juga. maka tidak heran apabila saat akan membuat sarang, dipilih bahan bahan yang bersih, dan biasanya mencucinya di bak mandi atau keramba jika sedikit kotor. begitu juga saat anakan sudan menetas, apabila jenis burung finch, atau burung dara sarang sangat kotor oleh kotoran piyik, maka hal ini tidak akan ditemui pada sarang Murai Batu, karena induk dengan rutin membuang kotoran piyik dengan posisi terjauh dari sarangnya.

kebetulan saat ke kandang semua sudah selesai ngurak, namun karena bukan ngurak secara normal, maka secera tidak langsung mempengaruhi mental, termasuk proses metabolisme tubuh, termasuk pertumbuhan bulu termasuk ekor.

sekali lagi sebagaima beberapa kali saya ulas bahwa ekor murai batu merupakan salah satu kelebihannya, namun juga sekaligus menjadi kelemahannya.

Ekor Mura Batu yang tercabut secara tidak normal, bahwa yang disebut sebagai tercabut secara normal adalah karena proses ngurak yang sesuai dengan waktunya secara periodik setiap tahunnya.
namun apabila ekor tercabut dengan sengaja, dicabut, ngurak karena stress, atau kadang terjepit pintu sangkar, maka otomatis tumbuh kembali menjadi lebih pendek dari sebelumnya, proses ngurak yang kekurangan nutrisi juga bisa menyebabkan ekor tumbuh penjadi lebih pendek.

Sama halnya seperti beberapa indukan saya, karena stress saat ngurak, maka ekor tumbuh lebih pendek dari sebelumnya.

ini ada beberapa video dari induk saya
Video ini saya ambil sabtu yang lalu, tepatnya tanggal 28 Agustus 2010



ini adalah salah satu induk ekor panjang saya, namun sayang saat ini ekor tidak sepanjang sebelumnya, kira kira lebih pendenk 1/3 dari ekor yg lalu
penyebanya adalah ngurak karena stres. dan saat baru tumbuh sekitar 18 atau 19 cm, saking aktifnya dan ekor masih muda,akhirnya lepas lagi, dan ini menyebabkan tumbuh lebih pendek lagi

ini adalah video yang lain










nah, kalau ini adalah Murau Batu Pasaman saya, memang burung ini meski sudah tua namun tetap saja aktif dan enerjik, jika kita liat, bisa bisa sampai sore kerja seperti ini.

betina sudah mulai angkat sarang kelihatannya,

masih Tembean dalam arti saya jodohkan sendiri, belum perah produksi karena ini merupakan anakan saya sendiri, kayanya ekor juga ga beraturan. panjang sebelah, dan saat ini proses ngurak lebih lama dari yang lain, nampak ekor masi dalam keadaan dorong. kelebihan dari burung ini adalah isiannya tajam tajam dan dibawakan panjang panjang, sangat lihai meniru suara suara kecil. jadi saat nembak dan ngerol sangat enak di dengar meski kadang sedikit menyakitkan ditelinga.




berikutnya adalah Bordan saya, kalau burung ini kayanya anti stress, sangat galak, sudah membunuh setidaknya 4 Murai batu jantan. jika tangan kita masukkan ke kandang, langsung sama dia di hajar tanpa ampun



ini sedikit video yg bisa saya abadikan, maklum saya hanya memakai HP lama, jadi kualitas juga kacau, Insya Allah di lain kesempatan akan diambil dengan Camera yang lebih bagus, teman juga sudah menyanggupi untuk mem Foto dan sekaligus mem videokan.

Selasa, 24 Agustus 2010

A sampai Z tentang Penangkaran Murai Batu

Murai Batu dikenal dengan kicauannya yang indah, ekor yang menjuntai panjang serta salah satu burung yang cerdas, Murai batu bisa dengan mudah menirukan suara burung lainnya, maka dari itu, makin hari semakin banyak mpminat burung yang satu ini. tidak heran permintaan Murai batu semakin banyak setiap hari, hal tersebut tidak diimbangi dengan penangkapan yang berazaskan konservasi, sehingga saat ini, kita kesulitan untuk menemukan Mura Batu di alamnya, dahulu, banyak Murai Batu yang didatangkan dari Pasaman, Bohorok, Sibolga dll di Sumatera Utara untuk dikumpulkan di medan (akhirnya di beri lebel Murai batu Medan) yang selanjutnya dikirim ke Jawa, namun dengan menipisnya Murai Batu di daerah tersebut, atau bahkan ada beberapa jenis yang katanya sudah punah, setelah itu Murai Batu mulai didatangkan dari Aceh, maka sekarang yg di namakan dengan Murai batu Medan sebenarnya berasal dari Aceh. Menurut penuturan seorang sahabat dalam 2 tahun ini, populasi Murai Batu Aceh juga menurun tajam, hal tersebut bisa dlihat dengan kenaikan harga yang sangat signifikan dan juga sulitnya mencari Murai Batu di Aceh, meski itu langsung ke pemikat.
Maka dari itu, tentunya kita tidak mau Murai Batu Aceh juga punah seperti Murai batu dari daerah lain.

Seiring makin berkurangnya polulasi Murai Batu dan juga berkurangnya tempat hidup serta habitat Murai Batu dialam seperti ulasan diatas, sudah semestinya kita mulai berusaha untuk menangkar Burung yang indah ini. Selain itu juga untuk melestarikan Mura Batu dialamnya dan kita boleh berharap dengan adanya program penangkaran, maka kita harapkan kelestarian Murai Batu akan tetap terjaga, sehingga pada akhirnya anak cucu kita bisa melihat dan mendengar Murai Batu langsung di alamnya, bukan hanya melihat dari buku dan televisi...

Murai batu (MB) merupakan burung yang cerdas dengan anatomi tubuh yang sangat indah, dengan ekor panjangnya dan suaranya yang merdu serta gayanya yang aduhai saat bunyi bisa memikat siapa saja penggemar burung berkucau, maka tak heran banyak perburuan ang dilakukan demi mendapatkan burung yang satu ini, dan alhasil populasi burung MB dialamnya semakin menipis.


PERSIAPAN PENANGKARAN

Mengenal jenis kelamin MB
Pertama tama dalam penangkaran MB yang harus kita ketahui adalah membedakan antara Mb jantan dan betina, dan saya rasa semua rekan sudah mengetahuinya, namun tidak ada salahnya saya akan memberikan cir ciri antara MB jantan dan MB betina.

MB JANTAN
- Tubuh besar
- Warna bulu tegas hitam pekat pada kepala dan punggung serta merah tua atau kecoklatan
- Ekor yang panjang lebih dari 17 cm
- Memiliki variasi suara yang banyak serta volume yang keras
- Biasanya jika kualitas bagus akan menantang jika bertemu dengan MB lain serta burung type
fighter seperti Kacer atau Tledekan

Untuk memudahkan maka ini ada gambar MB jantan

Photobucket

foto Murai Batu Jantan apabila dilihat dari dekat

Photobucket


MB BETINA
- Tubuh kecil
- Warna bulu pudar dan tidak setajam MB jantan dan terkadang sangat pudar meskipun ada beberapa yang sangat mirip dengan jantan
- Ekor lebih pendek dari Mb jantan panjang kira kira 10 s.d 15 cm, meskipun ada beberapa yg lebih panjang
- Suara kecil dan tpis, kadang hanya monoton atau ngeban ngeban
- apabila betian sudah siap kawin, apabila didekatkan dengan jantan maka akan ngeper

Untuk memudahkan, maka ini adalah gambar MB betina

Photobucket

ini satu lagi foto Murai Batu betina

Photobucket

ini foto close up betina dari dekat, untuk memudakan membedakan dengan Murai batu jantan

betina genit

Yang terpenting dalam proses ini dalah kita pastikan bahwa kedua Mb tersebut sudah siap untuk dijodohkan, kita bisa mengetahui MB tersebut siap atau tidak tergantung dari umurnya, untuk MB jantan pastikan umur diatas 1,5 tahun untuk Mb hasil tangkaran dan minimal ngurak 2 kali atau 2 tahun untuk MB hasil tangkapan dan untuk Mb betina umur di atas 1 tahun, namun untuk Betina hasil tangkaran, tidak jarang saat usia 7 atau 8 bulan MB sudah birahi dan siap dijodohkan.
Selain itu kita bisa mengetahui MB tersebut siap jodoh jka sudah sangat gacor atau lebih Gacor dari biasanya dan untuk Mb betina biasanya jika didekatkan dengan MB jantan maka akan sedikit nambak dan neriwik disertai dengan ngeper.
terkadang Murai Batu yang merasa cocok dengan pasangannya akan saling menyahut apabila salah satu berkicau

ini adalah video ciri dari murai batu betina yang sudah siap, ditandai dengan ngeper



Menyiapkan kandang penangkaran


Untuk kandang penangkaran, kita bisa membuat dengan ukuran Panjang x Lebar x tinggi = 2m x 1,5m x 2m, namun semua tergantung dari ketersediaan lahan, karena penangkaran saya ada yang luas dan ada pula yang sederhana, yang penting kandang dapat membuat Pasangan Mb merasa nyaman dan betah. Kandang harus aman dari binatang predator seperti kucig atau tikus, untuk itu, hindarkan membuat kandang pada tempat tempat yg sering dilalui binatang tersebut atau bisa juga menutup jalan yg dilalui binatang pemangsa tersebut dan sebisa mugkin indukan MB tidak melihat lalu lalang binatang binatang tersebut. Dinding kandang bagian sekeliling terutama depan bisa ditutup minimal 1 s.d 1,5m dqari bawah untuk mencegah hal tersebut, dan jika kita memiliki beberapa pasang indukan, kita harus bisa menutup sekat pemisah serapat mungkin, karena sedikit celah yang meungkinkan kedua pasang saling lihat, maka kedua pasangan induk bisa saling berantem dan tidak fokus untuk melakukan reproduksi.

Photobucket
foto by David De Souza collection

dengan kandang seperti dibawah inipm Murai batu juga bisa produksi

Photobucket

ini juga kandang yang bagus

Kandang Om Mamad


Kelengkapan lainnya yang harus dipenuhi adalah:

1. Tempat pakan dan minum

Diusahakan tempat pakan dan minum jauh dari tangkringan sehingga tidak terkena kotoran burung utuk menjaga kebersihan dan kesehatan burung, untuk tempat pakan, terurama EF jauhkan dari jangkauan sarangga atua semut yang bisa mengerubuti EF, hal ini bisa dsiasati dengan pemberian minyak pada tiang penyangga atau yang penting diusahakan pakan tidak dapat dijangkau semut dan serangga. nah, jika memang perlu, lebih baik dipisahkan antara tempat pakan untuk Voer dan EF, begitupun dengan EF, sebisa mungkin dipisahkan antara tempat kroto, jangkrik, ulat, maupun cacing.


2. Keramba atau tempat mandi

Buat keramba senyaman mungkin dan MB betah ntuk mandi,karena proses mandi juga bisa memicu birahi atau menurunkan birahi kedua indukan, usakan keramba air diganti setiap hari


3. Glodok atau sarang

Glodok bisa dibuat dari kayu dibentuk seperti pada sarang kenari atau LB, bisa juga dari batok kepala, dan tidak mentup kemungkinan dari besek atau bahan yang lain selama MB mau membuat sarang ditempat tersebut. Disarankan agar memberikan alternatif pada indukan dengan memberikan beberapa sarang pada Mb. Posisi sarang diusahakn lebih tinggi dari kapala kita dan diusahakan ditempat paling aman dan nyaman.
Ini gambar model sarang

merupakan beberapa gambar jenis glodok atau tempat sarang....

dapat dari anyaman bambu...

Photobucket
Foto oleh David De Souza collection

glodok kotak seperti ini juga bisa

Photobucket
Foto oleh David De Souza collection

seperti ini bisa juga

Photobucket
Foto oleh David De Souza collection

sarang seperti ini juga mau MBnya menempati

Photobucket
Foto oleh David De Souza collection

atau kotak seperti ini juga bisa

Photobucket


4. Bahan sarang

Bahan sarang bisa berasal dari rumput kering, daun pinus, dan juga bisa dari sabut kelapa atau ijuk, kita biarkan saja indukan yang memilih bahan sarang, kita tidak perlu membuatkannya karena indukan akan membuat sendiri sarangnya, kita hanya menyebar dilantai kandang dan betina jika sudah siap telur akan mengangkat dan mulai membuat sarang, dapat pla sebagai pancingan kita masukkan beberapa bahan pasa kotak saang dan membiarkan indukan yang menatanya.

salah satu bahan sarang dari jerami...

Photobucket
foto oleh David De Souza Collection

dari daun pinus kering juga bisa,

Photobucket
Photobucket

dari sabut kelapa, namun kita harus lebih sabar untuk membuat sabut kelapa sehalus mungkin agar induk Murai Batu dapat dengan mudah mengangkutnya

Photobucket

bisa juga disediakan bahan bahan lain, seperti rumbut kering, daun Bambu, ijuk dan lain sebagainya, intinya Murai Batu akan memanfaatkan semua bahan yang ada di sekitarnya untuk bisa dibuar sarang, bahkan tali rafian dan benangpun akan dijadikan sarang.

namun lebih baik berikan bahan yang mudah di tata dan juga halus seperti daun pinus.




PENJODOHAN


Setelah kita mengetahui ciri dari MB jantan dan betina, maka langkah selanjutnya adalah Penjodohan.
Penjodohan merupakan langkah yang menurut sebagian breeder merupakan masa yang paling sulit serta membosankan, tidak jarang pada masa ini sampai dengan produksi pertama mereka menyarah dan akhirnya tidak melanjutkan program ternak mereka.
Menurut beberapa teman penangkar dan berdasarkan pengalaman pribadi, ada beberapa metode dalam proses penjodohan MB
Namun yang umum digunakan adalah dengan menempatkan kedua calon indukan pada kandang soliter dan mendakatkan satu dengan yang lain, setelah kedua calon induk mau tidur berdampingan, serta bunyi dan tekadang saling menyahut (meski tidak selalu) kita bisa mulai memasukan dalam satu sangkar sambil selalu kita pantau, jika ternyata sudah akur, maka bisa kita coba masukkan pada keramba dam membiarkan mereka mandi, namun terkadang langkah ini sering dilewati dan jika ternyata indukan sudah terlihat jodoh, maka langsung dimasukkan ke kandang ternak.
Untk memasukkan dalam kandang ternak diusahakan dengan batina telabih dahulu dengan tujuan agar betina lebih mengenal beradaptasi dengan lingkungannya yang baru serta berjaga jaga jika nantinya dikejar dan dihajar pejantan, maka betina bisa mencari tempat persembuyian. Setelah selang beberapa lama, sekitar 5 s.d 10 menit kemudian, jantan bisa kita masukkan ke kandang penangkaran. Dan jika bisa pelepasan dilakukan saat senja, sehingga pasangan tidak keburu berantem dan akan lansung beranjak tidur, namun masa ini kita harus selalu melakukan pemantauan dan jangan sampai kedua indukan saling hajar dan sampai salah satu mati.
Jika ternyata setelah dikandang besar indukan masih berantem, maka langkah kita ulangi dari awal, atau juga kita bisa ganti pasangan, jika kita memenag memiliki stok indukan lebih dari satu pasang.
Ada pula penjodohan langsung dikandang penangkaran dengan membiarkan salah satu indukan tetap di kandang besar dan menempatkan yaang lain dalam kandang soliter.
Yang manapun prosesnya sah sah saja selama kedua indukan mau berjodoh. Untuk masa waktu pejodohan, kita tidak bisa mematok harus sekian hari atau sekian minggu, MB dapat jodoh dalam beberapa jam atau satu hari, bisa juga dalam 1 minggu, namun tidak menutup kemungkinan baru berjodoh dalam 1 bulan atau bahkan 1 tahun. Yang terpenting adalah kesabaran kita.

sedikit tips,

Ketahui usia calon induk baik jantan maupun betina, hal ini akan memudahkan kita dalam proses penjodohan, jangan sampai kita menjodohkan betina yang masih belum siap atau jantan yang masih terlalu muda, karena akan sia sia.
Upayakan memiliki calon induk betina lebih dari 1, untuk berjaga jaga apabila jantan tidak mau jodoh.
pilih betina yang lenjeh dan mudah jodoh, ditandai dengan warna bulu dada pudar dan saya juga tidak terlalu hitam, karena betina dengan ciri fisik yang mirip jantan biasanya akan sulit jodoh.
lihat gerak gerik kedua calon induk, upayakan melakukan penjodohan saat kedua calon memasuki masa birahi. pejantan di tandai dengan gacor dan apabila bertemu dengan betina akan mengeluarkan suara suara kecil dan merayu, bukan fighter, dan betina ditandai dengan menyahut apabila mendegra suara jantan serta akan ngeper apabila bertemu, hal tersebut akan mempermudah proses penjodohan. dekatkan kira kira minimal 2 hari agar yakin bahwa kedua calon induk benar benar sudah jodoh

gambar proses penjodohan...

penjodohan bisa di awali dengan perkenalan, antara Murai jantan dan Betina diperlihatken terlebih dahulu sbelum didekatkan, dari sini akan nampak ketertarikan antara jantan dan betina, tidak jarang apabila tidak tertarik dengan sang betina, jangan akan bersuara lantang dan ngefight, tak jarang pula jantan acuh, namun jika jantan tertarik, maka dia akan mulai merayu dengan mengeluarkan suara suara kecil
Photobucket

bisa juga kedua induk langsung didekatkan, apabila sama sama tertarik, kedua calon indk akan saling mendekat, tidak jarang betina minta di loloh serta ngeper, dan jantan mendekatkan diri sambil terus bersuara kecil dan merayu,
Photobucket

pastikan antara kedua induk jantan dan betina sudah benar benar jodoh cirinya adalah:
- jantan sudah sering mendekat begitupun betina
- saat malam keduanya tidur saling berdekatan
apabila suda ada tanda tanda seperti ini

coba untuk menyatukan dalam 1 sangkar, coba di pantau terus perkembangannya.
apabila mereka sudah jodoh, maka keduanya tidak akan berkelahi, jadi apabila kedua induk sudah disatukan dalam kandang besar dan tidak berkelahi, maka itu sudah bisa disebut sebagai jodoh, mungkin ada saling sedikit kejar kejaran dan malam juga tidur masih berjauhan, namun apabila sudah tidak saling berkelahi, maka penjodohan bisa dikatakan berhasil.

Tips dalam pelepasan ke kandang penangkaran

- usahakan melepas induk betina terlebih dahulu untuk proses adaptasi
- lepas jantan 10 atau 15 menit kemudian,
- selalu pantau kedua indukan
- lepas kedua induk menjelang senja, jadi mereka jika belum begitu jodoh tidak berkelahi.



Perkawinan, bertelur dan penetasan

Setelah induk jodoh yang perlu diperhatikan adalah bagaimana caranya meningkatkan birahi kedua induk Murai Batu sehingga cepat bereproduksi.
Pakan sangat berperan dalam proses peningkatan birahi kedua induk Muai Batu, pakan yang bisa diberikan untuk mendonngkrak birahi antara lain
- Jangkrik
- Kroto
- Cacing
- Ulat Hongkong
- Ulat Kandang
- Ikan kecil (Ikan cemplon)
Masih ada bebarapa macam EF, namun untuk proses breeding kita jarang mengunakan EF jenis ini. EF yang dimaksud adalah Kelabang, Ulat bambu, belalang atau serangga lainnya
Untuk mendongkrak birahi, kita bisa memberikan EF pada indukan, namun tidak semua pasangan MB akan birahi dengan satu jenis EF, tergantung dari karakter MB itu sendiri, ada Mb yang birahi jka diberikan jangkrik, namun ada pula yang birahi jika diberikan Kroto, ada pula yang baru dapat birahi jika diberikan UH atau UK, atau bahkan cacing. Jadi kita harus memahami karakter pasangan kita, maka tidak ada salahnya kita berikan kombinasi EF sehingga proses birahi bisa berlangsung secara bersamaan.
Kesulitan biasa terjadi jika pasangan indukan adalah bekas burung lapangan, biasnya proses penjodohan dan birahi lebih sulit, untuk solusinya, kita bisa mengetahui settingan perawatan saat masih turun, dari settingan itu kita bisa menambah porsinya dan membuat indukan tesebut bisa birahi
Dalam proses ini, yang terpenting adalah kita tidak boleh pelit pada momongan kita
Saat komposisi EF yangkita berikan telah menuhi syarat, memenuhi syarat disini tidak harus banyak atau berlebih, meski beberapa kasus mengharuskan demikian, namun yang dimaksud adalah EF kita berikan dapat memacu birahi kedua pasang indukan

Adapun ciri ciri indukan yang birahi adalah:

- Induk jantan lebih sering berkicau dan lebih gacor daripada biasaya, bahkan Mb yang awalnya ga bunyi atau diam akan menjadi gacor juga saat MB dalam keadaan birahi, begitu pula induk betina menjadi sering berkicau dan menyahut suara pejantan, bahkan jika kita mendekat pejantan yang lain, betina yangg birahi akan langsung menyahut dan mendekat.
- Induka jantan akan sering masuk dalam sarang dan terkadang sambil ngerwik kasar memaggil betinanya
- pejantan akan lebih mengalah kepada betina, terkadang jantan akan membiarkan betina merebutmakanan yang diperolehnya, atau bahkan terkadang jantan meloloh betinanya,... lalu jantan akan segera mencari makanan yang lain...
- Saat birahi memucak, pajantan agan sangat gacor sambil mengeluarkan suara ngerol seperti air mancur, atau istilahnya airmancuran sampai nunduk nunduk..., jika sudah seperti ini, bisanya tidak akan lama lagi kedua indukan akan kawin
- Indukan betina akan mengangkut bahan sarang dan saat birahi memuncak, betina akan sangat nggeget ( menggigit bahan sarang atau leler dengan pangkal paruh, bukan dengan ujung paruhnya) jika ini sudah terjadi, aka tidak akan lama lagi akan segera bertelur.

gambar kedua indukan yang telah birahi...terlihat indukan jantan berkicau dan berusaha memikat hati betina dan betina terlihat ngeper sampai sedikit terbang, biasanya setelah ritula itu, jantan adkan sedikit mengejar betina dan berlangsunglah perkawinan...

Photobucket

ini ada video juga dari sahabat peternak dari Singapura bagaimana Murai Batunya sedang dalam puncak birahi

Video Oleh David De Souza Collection

dalam masa ini kita memang harus bersabar, proses dari mulai jodoh sampai dengan produksi memiliki masa yang relatif, bisa jadi dalam 2 minggu induk betina sudah betelur, namun tidak menutup kemungkinan memakan waktu 1 bulan, 2 bulan, 6 bulan, bisa juga sampai dengan 1 tahun.
kendala lainnya adalah telur yang tidak dibuahi. banyak juga induk betina sudah bertelur, namun sampai 14 hari lebih setelah di erami tidak juga kunjung menetas, ternyata telur tersebut tidak dibuahi alias kosong, hal tersebut bisa diakibatkan pada saat terjadi perkawinan, sperma jantan tidak masuk ke kloaka betina, sampai akhirnya pada proses terjadinya telur masih belum terjadi pembuahan.
bisa juga telur tidak menetas karena infertil, bisa disebabkan sperma Murai Jantan terlalu lemah atau Jantan letoy, dalam hal ini sel sperma jantan terlalu lemah sehingga tidak sanggup untuk membuahi ovum, akhirnya terlur yg dihasilkan menjadi infertil. solusi bisa dilakukan dengan memberikan probiotik khusus breeding untuk menguatkan spermanya, bisa juga pakan diracik sendiri. namun jika masih juga tetap. maka jantan perlu di ganti.

Photobucket
Foto oleh David De Souza Collection

induk betina Murai batu akan bertelur sebanyak 2 sampai dengan 6 butir sekali produksi. telur tersebut akan dierami selama kurang lebih 14 hari, setelah masa itu, telur akan menetas. untuk berjaga jaga, agar nantinya kita bisa tahu apabila anakan tela menetas, dan jangan sampai kekurangan pakan, kita bisa mulai memberikan pakan lebih banyak terutama kroto, ulat, dan jangkrik pada masa eraman hari ke 10. untuk berjaga jaga. kita bisa mengetaui telur telah menetas dengan melihat cangkang yang dibuang oleh induk. perlu diketahui bahwa induk akan membuang cangkang dengan radius yang terjauh dari sarangnya, jadi kita bisa mengetahui telur sudah menetas dari cangkang yang dibuang oleh induk

berikut adalah cangkang yang dibuang oleh induk setelah telur menetas

Photobucket



PROSES PRODUKSI

Telur dierami selama kurang lebih 14 hari, selama masa pengeraman ini usahakan sekitar kandang dikondisikan setenang dan senyaman mungkin bagi induk untuk mengeram. sedikit gangguan, longkungan yang tidak tenang, serta adanya gangguan dari hewan lain, maka bisa jadi telur akan dibuang atau induk tidak mau mengerami telur kembali, itulah pentingnya saat penjodohan, kita benar benar seektif memilih induk betina, pilih yang sudah jinak, atau bahkan sangat jinak, hal ini mutlak untuk induk betina. karena kadang kita asal untuk memilih betina, yang kita prioritaskan adalah induk Murai Batu jantan yang bagus, namun yang perlu diingat adalah betina juga sangat perperan dalam proses produksi, bahkan nanti gen yang diturunkan kepada anakan adalah 60% gen dari induk betinanya.
Setelah 14 Hari di erami induk, telur menetas, ciri ciri telur sudah saya ulas diatas. setelah itu kita wajib memberikan pakan lebiih banyak untuk anakan. dalam masa ini adalah masa yang rentan. anakan umur 1 hari s.d 3 hari adalah yang paling rentan, kita harus yakin bahwa suplai makanan bagipiyik terpenuhi, jika kita tidak memantau makanan, atau lalai untuk memberikan makanan berlebih, bisa bisa induk akan membuang anakannya. begitu juga dengan kenyamanan, karena sedikti gangguan terhadap sarang, maka induk tidak akan mau mengerami anakan, akibatnya piyik tidak memperoleh kehangatan dari induknya ujung2nya akan menyebabkan kematian piyik, begitu juga dengan hewan pengganggu, upayakan sarang senyaman dan seaman mungkin terutama semut, kendala utama piyik adalah rentan akan semut, ini biasanya yang sering terjadi, anakan mati dikerubuti semut, saya sendiri pernah mengalaminya.

ini adalah gambar anakan yang baru saja menetas

Photobucket


Untuk pengangkatan anakan bisa dilakukan pada hari pertama, namun resikonya kita harus menyiapkan tempat yang hangat dan lampu untuk menghangatkan anakan karena saat umur 1 s.d 3 hari anakan belum memiliki bulu, sehingga perlu penghangata ektra, keuntungannya adalah yang pasti indukan akan lebih cepat produksi. dengan angkat anakan secara dini, maka kita bisa memantau perkembangan anakan secara penuh.

Photobucket


Yang sering dan umum dilakukan adalah mengangkat anakan saat umur 5 hari s.d 1 minggu pada saat ini kondisi piyik lebih stabil, bulu sudah mulai tumbuh sehingga kita tidak perlu lagi memakai lampu untuk menghangatkannya.
Hindari mengambil piyik lebih dari umur seminggu, saat itu piyik sudah membuka mata sehingga sudah bisa melihat dan mengenal indukannya, dan tidak akan mau kita loloh lagi.

nampak anakan yang sudah siap untuk di pisah dan diangkat dari sarangnya. terlihat dari 3 telur hanya 1 yang berhasil menetas
Photobucket

Setelah seminggu piyik diangkat, biasanya indukan betina akan segera bertelur kembali
Namun saya lebih suka anakan diasuh oleh indukannya, selain pasokan makanan lebih terjamin, indukan akan mengetahui kapan harus eloloh anakannya dan komposisi apa yang paling bagus buay piyiknya selain itu anakan jadi lebih kesat dan lincah, anakan lebih cepat bunyi dan variasi suara yang banyak karena meniru indukannya, kelemahannya tentu saja proses produksi menjadi lebih lama. untuk pengangkatan anakan yang diasuh induk juga relatif lama, minimal 1,5 bulan atau 2 bulan, karena anakan yang diasuh oleh induk cenderung lebih lama untuk bisa makan sendiri, meskipun itu adalah pakan serangga. karena anakan terbiasa dan sudah ketergantungan dengan suapan induk, meski sudah terbang, anakan akan tetap meminta untuk diloloh induknya. saat induk sudah mulai birahi. dan bertelur kembali, maka tuga mengasuh dan meloloh anakan digantikan induk jantan, namn ingat apabila telur sudah menetas, anakan yg ada harus diangkat, karena akan diusur oleh kedua induknya. serutama induk betina, saat itu anakan biasanya berumur sekitar 2 bulan.
saat diangkat kita harus mengkondisikan kembali dan melatih anakan untuk bisa makan voer.

anakan berumur 12 hari, mulai belajar untuk terbang dan keluar dari sarangnya, saat yang rawan, kondisikan anakan dan berjaga jaga dengan memasukkan sarang ke dalam sangkar, agar saat piyik belajar terbang, jatuhnya akan ke sangkar dan tidak keluar terlalu jauh, bahkan jatuh,
Photobucket
anakan umur 3 minggu

Photobucket

Photobucket


Begitu juga dengan memasang ring. Usahakan memasang ring saat umur seminggu, saat ini kaki anakan akan pas dengan besar ring. Kurang dari itu, kaki masih terlalu kecil sehingga menyebabkan rin sering lepas dan resikonya kaki patah karena kita sering memasukkan ring kembali ke kaki karena menang ukuran masih terlalu besar. Pemasangan lebih dari seminggu atau sepuluh hari, kaki sudah terlalu besar, sehingga jika kita memaksa ring masuk, maka resiko kaki juga bisa patah.
Umur 18 hari s.d 1 bulan merupakan umur yang paling riskan dan merupakan masa kritis dari piyikan, pada saat ni piyik sudah mulai aktif dan belajar terbang, piyik sudah keluar dari sarang dan mulai bertengger ditangkringan, selain itu juga mulai belajar makan, maka saat ini kita dituntut untuk lebih ektra merawat. Berikan voer setengah basah untuk piyik belajar makan, selain itu juga diselingi dengan loloh dan juga campur dengan voer. Karena jika kita kurang perhatian pada masa ini, piyik akan mudah sakit dan mati. Selain itu lengkapi pula wadah pakan dengan EF hidup seperti kroto, UK atau UH dan jangkring dengen ukuran kecil untuk piyik belajar makan.
Yang biasa terjadi jika kita kurang memberikan porsi pakan adalah, secara perlahan piyik semakin kurus kaena suplai makan berkurang sementara energi yg digunakan besar karena mulai aktif, selain itu berak akan bening dan ada sedikit gumpalan kuning serta terkadang sedikit bercak darah dan beberapa hari kemudian piyik akan mati.
Setelah masa itu, piyikan melewati masa kritis dan akan segera bisa makan sendiri,

piyik umur 1 bulan. sudah belajar ngeplay
Photobucket

trotol betina

anakan berumur 1,5 bulan. terkdang sudah ada bulu yang rontok berganti bulu dewasa, saat ini adalah saat yang baik untuk pemasteran, biasanya pada masa ini piyik sudah ngeplong dan sering ngeriwik

Photobucket

Umur mengingak 5 bulan, bulu piyik sudah berganti menjadi bulu dewasa, kita bisa melihat perubahannya, mental dan suara juga beruha seiring bergantinya bulu,

saat ini kita bisa mendengar dengan jelas isian isian yang pernah kita masterkan saat masih piyik.
Photobucket

Photobucket

Kacer Ku

Sebelum memiliki Murai Batu saya sudah terlebih dahulu memiliki kacer, maklum burung ini tergolong murah. jadi masih bisa memilikinya.

awalnya saya beli di pasar burung, namun karena kualitasnya segitu gitu aja, akhirnya saya memutuskan hunting, kebetulan pula saat itu saya bertemu dengan seseorang yang akhirnya banyak memberikan pelajaran bagi saya terutama dalam hal breeding. dia adalah Pak Bin, begitu panggilannya dengan nama Pak Soebinto, di Bangsongan Kediri

dari beliau saya mendapatkan 2 ekor kacer yang menurut saya bagus, hasil penangkaran dia dan juga kebetulan memang induk beliau saya lihat bagus bagus, meski beli dengan harga murah.

ada pula kacer yang saya peroleh saat menjalankan pekerjaan saya, saat dinas luar dan kebetulan melihat seekor kacer didepan rumah, langsung saya hampiri. eh ternyata akhirnya dijual juga sama orangnya, kacernya body besar, katanya asal kalimantan. sempat saya jodohkan meski akhirnya membunuh betinanya.

Kacer salah satu burung yang saya sukai, dengan hanya memiliki pola warna hitam dan putih, menurut saya kacer tetap burung yang eksoti, apalagi jika sudah berkicau, suaranya keras dan juga bagus. terutama gaya tarungnya yang dengan mendongakkan kepala, ekor ngipas serta sayap yang sedikit terbuka dan turun, kalau orang bilang NGOBRA. dengan gaya seperti itu, kacer tampak lebih indah.

kebetulan pula dari kacer saya yg saya dapet dari pak Bin tersebut akhirnya saya tangkarkan, yang sebelumnya beberapa kali saya turunkan di lomba.

ini adalah beberapa koleksi kacer saya

Photobucket
ini adalah Kacer Kalimantan, katanya sih, bodynya besar

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Senin, 23 Agustus 2010

Breeding... Special...

ini adalah breeding spesial, bukan murni milik saya, sebenarnya mayoritas adalah aset teman, kandangnya mewah, Murai Batu pasti akan nyaman jika memiliki rumah seperti ini. lokasinya nyaman, tenang, serta sirkulasi udara sangat bagik.

Untuk induk jantan, temen menamakan Si Hitam. burung kawakan, ini adalah thread tentang burung ini

http://www.kicaumania.org/forums/showthread.php?t=16195

saya ga bisa banyak komentar tentang Murai Batu ini, burung yang bagus, isian komplit, dan juga ga tarung yang aduhai.

ini adalah foto kandang besarta penghuninya

Photobucket

yang saya suka dari Si Hitam adalah ekornya yang lumayan panjang, jarang-jarang murai batu juara memiliki ekor yang panjnang

namun sayang ekor tercabut, sehingga saat tumbuh menjadi lebih pendek dari sebelumnya

perlu diketahui bahwa ekor murai batu sangat rawan dan rentan
apabila tercabut secara tidak normal, dalam arti tercabut karena sengaja, berkelahi, terjepit sangkar, maka otomatis saat tumbuh kembali akan menjadi lebih pendek dari sebelumnya, tidak jarang tumbuh kembali menjadi keriting atau bahkan tidak tumbuh.

Untuk Murai betina, kebetulan adalah milik saya.
untuk ukuran betina murai batu ini termasuk memiliki ekor panjang, sekitar 15cm. dan yang saya suka dengan betina ini termasuk betina lenjeh, dia tidak pilih pilih pasangan dan cepat dalam reproduksi.
suara dan variasinya juga banyak.