Alamat HilKast Bird Farm

.
.
.
.
.
.

Perum Puncak Buring Indah (Buring Hill Side)
Blok B4-33 Kel Buring, Kec Kedungkandang
Kota Malang
Phone +6281335003344
+6283834115566
email: amiexs@gmail.com
YM: amieamiexs@yahoo.co.id
Pin BB . . . By Request
.

HilKast Bird Farm Property

HilKast Bird Farm Property

Pages

Selasa, 24 Agustus 2010

A sampai Z tentang Penangkaran Murai Batu

Murai Batu dikenal dengan kicauannya yang indah, ekor yang menjuntai panjang serta salah satu burung yang cerdas, Murai batu bisa dengan mudah menirukan suara burung lainnya, maka dari itu, makin hari semakin banyak mpminat burung yang satu ini. tidak heran permintaan Murai batu semakin banyak setiap hari, hal tersebut tidak diimbangi dengan penangkapan yang berazaskan konservasi, sehingga saat ini, kita kesulitan untuk menemukan Mura Batu di alamnya, dahulu, banyak Murai Batu yang didatangkan dari Pasaman, Bohorok, Sibolga dll di Sumatera Utara untuk dikumpulkan di medan (akhirnya di beri lebel Murai batu Medan) yang selanjutnya dikirim ke Jawa, namun dengan menipisnya Murai Batu di daerah tersebut, atau bahkan ada beberapa jenis yang katanya sudah punah, setelah itu Murai Batu mulai didatangkan dari Aceh, maka sekarang yg di namakan dengan Murai batu Medan sebenarnya berasal dari Aceh. Menurut penuturan seorang sahabat dalam 2 tahun ini, populasi Murai Batu Aceh juga menurun tajam, hal tersebut bisa dlihat dengan kenaikan harga yang sangat signifikan dan juga sulitnya mencari Murai Batu di Aceh, meski itu langsung ke pemikat.
Maka dari itu, tentunya kita tidak mau Murai Batu Aceh juga punah seperti Murai batu dari daerah lain.

Seiring makin berkurangnya polulasi Murai Batu dan juga berkurangnya tempat hidup serta habitat Murai Batu dialam seperti ulasan diatas, sudah semestinya kita mulai berusaha untuk menangkar Burung yang indah ini. Selain itu juga untuk melestarikan Mura Batu dialamnya dan kita boleh berharap dengan adanya program penangkaran, maka kita harapkan kelestarian Murai Batu akan tetap terjaga, sehingga pada akhirnya anak cucu kita bisa melihat dan mendengar Murai Batu langsung di alamnya, bukan hanya melihat dari buku dan televisi...

Murai batu (MB) merupakan burung yang cerdas dengan anatomi tubuh yang sangat indah, dengan ekor panjangnya dan suaranya yang merdu serta gayanya yang aduhai saat bunyi bisa memikat siapa saja penggemar burung berkucau, maka tak heran banyak perburuan ang dilakukan demi mendapatkan burung yang satu ini, dan alhasil populasi burung MB dialamnya semakin menipis.


PERSIAPAN PENANGKARAN

Mengenal jenis kelamin MB
Pertama tama dalam penangkaran MB yang harus kita ketahui adalah membedakan antara Mb jantan dan betina, dan saya rasa semua rekan sudah mengetahuinya, namun tidak ada salahnya saya akan memberikan cir ciri antara MB jantan dan MB betina.

MB JANTAN
- Tubuh besar
- Warna bulu tegas hitam pekat pada kepala dan punggung serta merah tua atau kecoklatan
- Ekor yang panjang lebih dari 17 cm
- Memiliki variasi suara yang banyak serta volume yang keras
- Biasanya jika kualitas bagus akan menantang jika bertemu dengan MB lain serta burung type
fighter seperti Kacer atau Tledekan

Untuk memudahkan maka ini ada gambar MB jantan

Photobucket

foto Murai Batu Jantan apabila dilihat dari dekat

Photobucket


MB BETINA
- Tubuh kecil
- Warna bulu pudar dan tidak setajam MB jantan dan terkadang sangat pudar meskipun ada beberapa yang sangat mirip dengan jantan
- Ekor lebih pendek dari Mb jantan panjang kira kira 10 s.d 15 cm, meskipun ada beberapa yg lebih panjang
- Suara kecil dan tpis, kadang hanya monoton atau ngeban ngeban
- apabila betian sudah siap kawin, apabila didekatkan dengan jantan maka akan ngeper

Untuk memudahkan, maka ini adalah gambar MB betina

Photobucket

ini satu lagi foto Murai Batu betina

Photobucket

ini foto close up betina dari dekat, untuk memudakan membedakan dengan Murai batu jantan

betina genit

Yang terpenting dalam proses ini dalah kita pastikan bahwa kedua Mb tersebut sudah siap untuk dijodohkan, kita bisa mengetahui MB tersebut siap atau tidak tergantung dari umurnya, untuk MB jantan pastikan umur diatas 1,5 tahun untuk Mb hasil tangkaran dan minimal ngurak 2 kali atau 2 tahun untuk MB hasil tangkapan dan untuk Mb betina umur di atas 1 tahun, namun untuk Betina hasil tangkaran, tidak jarang saat usia 7 atau 8 bulan MB sudah birahi dan siap dijodohkan.
Selain itu kita bisa mengetahui MB tersebut siap jodoh jka sudah sangat gacor atau lebih Gacor dari biasanya dan untuk Mb betina biasanya jika didekatkan dengan MB jantan maka akan sedikit nambak dan neriwik disertai dengan ngeper.
terkadang Murai Batu yang merasa cocok dengan pasangannya akan saling menyahut apabila salah satu berkicau

ini adalah video ciri dari murai batu betina yang sudah siap, ditandai dengan ngeper



Menyiapkan kandang penangkaran


Untuk kandang penangkaran, kita bisa membuat dengan ukuran Panjang x Lebar x tinggi = 2m x 1,5m x 2m, namun semua tergantung dari ketersediaan lahan, karena penangkaran saya ada yang luas dan ada pula yang sederhana, yang penting kandang dapat membuat Pasangan Mb merasa nyaman dan betah. Kandang harus aman dari binatang predator seperti kucig atau tikus, untuk itu, hindarkan membuat kandang pada tempat tempat yg sering dilalui binatang tersebut atau bisa juga menutup jalan yg dilalui binatang pemangsa tersebut dan sebisa mugkin indukan MB tidak melihat lalu lalang binatang binatang tersebut. Dinding kandang bagian sekeliling terutama depan bisa ditutup minimal 1 s.d 1,5m dqari bawah untuk mencegah hal tersebut, dan jika kita memiliki beberapa pasang indukan, kita harus bisa menutup sekat pemisah serapat mungkin, karena sedikit celah yang meungkinkan kedua pasang saling lihat, maka kedua pasangan induk bisa saling berantem dan tidak fokus untuk melakukan reproduksi.

Photobucket
foto by David De Souza collection

dengan kandang seperti dibawah inipm Murai batu juga bisa produksi

Photobucket

ini juga kandang yang bagus

Kandang Om Mamad


Kelengkapan lainnya yang harus dipenuhi adalah:

1. Tempat pakan dan minum

Diusahakan tempat pakan dan minum jauh dari tangkringan sehingga tidak terkena kotoran burung utuk menjaga kebersihan dan kesehatan burung, untuk tempat pakan, terurama EF jauhkan dari jangkauan sarangga atua semut yang bisa mengerubuti EF, hal ini bisa dsiasati dengan pemberian minyak pada tiang penyangga atau yang penting diusahakan pakan tidak dapat dijangkau semut dan serangga. nah, jika memang perlu, lebih baik dipisahkan antara tempat pakan untuk Voer dan EF, begitupun dengan EF, sebisa mungkin dipisahkan antara tempat kroto, jangkrik, ulat, maupun cacing.


2. Keramba atau tempat mandi

Buat keramba senyaman mungkin dan MB betah ntuk mandi,karena proses mandi juga bisa memicu birahi atau menurunkan birahi kedua indukan, usakan keramba air diganti setiap hari


3. Glodok atau sarang

Glodok bisa dibuat dari kayu dibentuk seperti pada sarang kenari atau LB, bisa juga dari batok kepala, dan tidak mentup kemungkinan dari besek atau bahan yang lain selama MB mau membuat sarang ditempat tersebut. Disarankan agar memberikan alternatif pada indukan dengan memberikan beberapa sarang pada Mb. Posisi sarang diusahakn lebih tinggi dari kapala kita dan diusahakan ditempat paling aman dan nyaman.
Ini gambar model sarang

merupakan beberapa gambar jenis glodok atau tempat sarang....

dapat dari anyaman bambu...

Photobucket
Foto oleh David De Souza collection

glodok kotak seperti ini juga bisa

Photobucket
Foto oleh David De Souza collection

seperti ini bisa juga

Photobucket
Foto oleh David De Souza collection

sarang seperti ini juga mau MBnya menempati

Photobucket
Foto oleh David De Souza collection

atau kotak seperti ini juga bisa

Photobucket


4. Bahan sarang

Bahan sarang bisa berasal dari rumput kering, daun pinus, dan juga bisa dari sabut kelapa atau ijuk, kita biarkan saja indukan yang memilih bahan sarang, kita tidak perlu membuatkannya karena indukan akan membuat sendiri sarangnya, kita hanya menyebar dilantai kandang dan betina jika sudah siap telur akan mengangkat dan mulai membuat sarang, dapat pla sebagai pancingan kita masukkan beberapa bahan pasa kotak saang dan membiarkan indukan yang menatanya.

salah satu bahan sarang dari jerami...

Photobucket
foto oleh David De Souza Collection

dari daun pinus kering juga bisa,

Photobucket
Photobucket

dari sabut kelapa, namun kita harus lebih sabar untuk membuat sabut kelapa sehalus mungkin agar induk Murai Batu dapat dengan mudah mengangkutnya

Photobucket

bisa juga disediakan bahan bahan lain, seperti rumbut kering, daun Bambu, ijuk dan lain sebagainya, intinya Murai Batu akan memanfaatkan semua bahan yang ada di sekitarnya untuk bisa dibuar sarang, bahkan tali rafian dan benangpun akan dijadikan sarang.

namun lebih baik berikan bahan yang mudah di tata dan juga halus seperti daun pinus.




PENJODOHAN


Setelah kita mengetahui ciri dari MB jantan dan betina, maka langkah selanjutnya adalah Penjodohan.
Penjodohan merupakan langkah yang menurut sebagian breeder merupakan masa yang paling sulit serta membosankan, tidak jarang pada masa ini sampai dengan produksi pertama mereka menyarah dan akhirnya tidak melanjutkan program ternak mereka.
Menurut beberapa teman penangkar dan berdasarkan pengalaman pribadi, ada beberapa metode dalam proses penjodohan MB
Namun yang umum digunakan adalah dengan menempatkan kedua calon indukan pada kandang soliter dan mendakatkan satu dengan yang lain, setelah kedua calon induk mau tidur berdampingan, serta bunyi dan tekadang saling menyahut (meski tidak selalu) kita bisa mulai memasukan dalam satu sangkar sambil selalu kita pantau, jika ternyata sudah akur, maka bisa kita coba masukkan pada keramba dam membiarkan mereka mandi, namun terkadang langkah ini sering dilewati dan jika ternyata indukan sudah terlihat jodoh, maka langsung dimasukkan ke kandang ternak.
Untk memasukkan dalam kandang ternak diusahakan dengan batina telabih dahulu dengan tujuan agar betina lebih mengenal beradaptasi dengan lingkungannya yang baru serta berjaga jaga jika nantinya dikejar dan dihajar pejantan, maka betina bisa mencari tempat persembuyian. Setelah selang beberapa lama, sekitar 5 s.d 10 menit kemudian, jantan bisa kita masukkan ke kandang penangkaran. Dan jika bisa pelepasan dilakukan saat senja, sehingga pasangan tidak keburu berantem dan akan lansung beranjak tidur, namun masa ini kita harus selalu melakukan pemantauan dan jangan sampai kedua indukan saling hajar dan sampai salah satu mati.
Jika ternyata setelah dikandang besar indukan masih berantem, maka langkah kita ulangi dari awal, atau juga kita bisa ganti pasangan, jika kita memenag memiliki stok indukan lebih dari satu pasang.
Ada pula penjodohan langsung dikandang penangkaran dengan membiarkan salah satu indukan tetap di kandang besar dan menempatkan yaang lain dalam kandang soliter.
Yang manapun prosesnya sah sah saja selama kedua indukan mau berjodoh. Untuk masa waktu pejodohan, kita tidak bisa mematok harus sekian hari atau sekian minggu, MB dapat jodoh dalam beberapa jam atau satu hari, bisa juga dalam 1 minggu, namun tidak menutup kemungkinan baru berjodoh dalam 1 bulan atau bahkan 1 tahun. Yang terpenting adalah kesabaran kita.

sedikit tips,

Ketahui usia calon induk baik jantan maupun betina, hal ini akan memudahkan kita dalam proses penjodohan, jangan sampai kita menjodohkan betina yang masih belum siap atau jantan yang masih terlalu muda, karena akan sia sia.
Upayakan memiliki calon induk betina lebih dari 1, untuk berjaga jaga apabila jantan tidak mau jodoh.
pilih betina yang lenjeh dan mudah jodoh, ditandai dengan warna bulu dada pudar dan saya juga tidak terlalu hitam, karena betina dengan ciri fisik yang mirip jantan biasanya akan sulit jodoh.
lihat gerak gerik kedua calon induk, upayakan melakukan penjodohan saat kedua calon memasuki masa birahi. pejantan di tandai dengan gacor dan apabila bertemu dengan betina akan mengeluarkan suara suara kecil dan merayu, bukan fighter, dan betina ditandai dengan menyahut apabila mendegra suara jantan serta akan ngeper apabila bertemu, hal tersebut akan mempermudah proses penjodohan. dekatkan kira kira minimal 2 hari agar yakin bahwa kedua calon induk benar benar sudah jodoh

gambar proses penjodohan...

penjodohan bisa di awali dengan perkenalan, antara Murai jantan dan Betina diperlihatken terlebih dahulu sbelum didekatkan, dari sini akan nampak ketertarikan antara jantan dan betina, tidak jarang apabila tidak tertarik dengan sang betina, jangan akan bersuara lantang dan ngefight, tak jarang pula jantan acuh, namun jika jantan tertarik, maka dia akan mulai merayu dengan mengeluarkan suara suara kecil
Photobucket

bisa juga kedua induk langsung didekatkan, apabila sama sama tertarik, kedua calon indk akan saling mendekat, tidak jarang betina minta di loloh serta ngeper, dan jantan mendekatkan diri sambil terus bersuara kecil dan merayu,
Photobucket

pastikan antara kedua induk jantan dan betina sudah benar benar jodoh cirinya adalah:
- jantan sudah sering mendekat begitupun betina
- saat malam keduanya tidur saling berdekatan
apabila suda ada tanda tanda seperti ini

coba untuk menyatukan dalam 1 sangkar, coba di pantau terus perkembangannya.
apabila mereka sudah jodoh, maka keduanya tidak akan berkelahi, jadi apabila kedua induk sudah disatukan dalam kandang besar dan tidak berkelahi, maka itu sudah bisa disebut sebagai jodoh, mungkin ada saling sedikit kejar kejaran dan malam juga tidur masih berjauhan, namun apabila sudah tidak saling berkelahi, maka penjodohan bisa dikatakan berhasil.

Tips dalam pelepasan ke kandang penangkaran

- usahakan melepas induk betina terlebih dahulu untuk proses adaptasi
- lepas jantan 10 atau 15 menit kemudian,
- selalu pantau kedua indukan
- lepas kedua induk menjelang senja, jadi mereka jika belum begitu jodoh tidak berkelahi.



Perkawinan, bertelur dan penetasan

Setelah induk jodoh yang perlu diperhatikan adalah bagaimana caranya meningkatkan birahi kedua induk Murai Batu sehingga cepat bereproduksi.
Pakan sangat berperan dalam proses peningkatan birahi kedua induk Muai Batu, pakan yang bisa diberikan untuk mendonngkrak birahi antara lain
- Jangkrik
- Kroto
- Cacing
- Ulat Hongkong
- Ulat Kandang
- Ikan kecil (Ikan cemplon)
Masih ada bebarapa macam EF, namun untuk proses breeding kita jarang mengunakan EF jenis ini. EF yang dimaksud adalah Kelabang, Ulat bambu, belalang atau serangga lainnya
Untuk mendongkrak birahi, kita bisa memberikan EF pada indukan, namun tidak semua pasangan MB akan birahi dengan satu jenis EF, tergantung dari karakter MB itu sendiri, ada Mb yang birahi jka diberikan jangkrik, namun ada pula yang birahi jika diberikan Kroto, ada pula yang baru dapat birahi jika diberikan UH atau UK, atau bahkan cacing. Jadi kita harus memahami karakter pasangan kita, maka tidak ada salahnya kita berikan kombinasi EF sehingga proses birahi bisa berlangsung secara bersamaan.
Kesulitan biasa terjadi jika pasangan indukan adalah bekas burung lapangan, biasnya proses penjodohan dan birahi lebih sulit, untuk solusinya, kita bisa mengetahui settingan perawatan saat masih turun, dari settingan itu kita bisa menambah porsinya dan membuat indukan tesebut bisa birahi
Dalam proses ini, yang terpenting adalah kita tidak boleh pelit pada momongan kita
Saat komposisi EF yangkita berikan telah menuhi syarat, memenuhi syarat disini tidak harus banyak atau berlebih, meski beberapa kasus mengharuskan demikian, namun yang dimaksud adalah EF kita berikan dapat memacu birahi kedua pasang indukan

Adapun ciri ciri indukan yang birahi adalah:

- Induk jantan lebih sering berkicau dan lebih gacor daripada biasaya, bahkan Mb yang awalnya ga bunyi atau diam akan menjadi gacor juga saat MB dalam keadaan birahi, begitu pula induk betina menjadi sering berkicau dan menyahut suara pejantan, bahkan jika kita mendekat pejantan yang lain, betina yangg birahi akan langsung menyahut dan mendekat.
- Induka jantan akan sering masuk dalam sarang dan terkadang sambil ngerwik kasar memaggil betinanya
- pejantan akan lebih mengalah kepada betina, terkadang jantan akan membiarkan betina merebutmakanan yang diperolehnya, atau bahkan terkadang jantan meloloh betinanya,... lalu jantan akan segera mencari makanan yang lain...
- Saat birahi memucak, pajantan agan sangat gacor sambil mengeluarkan suara ngerol seperti air mancur, atau istilahnya airmancuran sampai nunduk nunduk..., jika sudah seperti ini, bisanya tidak akan lama lagi kedua indukan akan kawin
- Indukan betina akan mengangkut bahan sarang dan saat birahi memuncak, betina akan sangat nggeget ( menggigit bahan sarang atau leler dengan pangkal paruh, bukan dengan ujung paruhnya) jika ini sudah terjadi, aka tidak akan lama lagi akan segera bertelur.

gambar kedua indukan yang telah birahi...terlihat indukan jantan berkicau dan berusaha memikat hati betina dan betina terlihat ngeper sampai sedikit terbang, biasanya setelah ritula itu, jantan adkan sedikit mengejar betina dan berlangsunglah perkawinan...

Photobucket

ini ada video juga dari sahabat peternak dari Singapura bagaimana Murai Batunya sedang dalam puncak birahi

Video Oleh David De Souza Collection

dalam masa ini kita memang harus bersabar, proses dari mulai jodoh sampai dengan produksi memiliki masa yang relatif, bisa jadi dalam 2 minggu induk betina sudah betelur, namun tidak menutup kemungkinan memakan waktu 1 bulan, 2 bulan, 6 bulan, bisa juga sampai dengan 1 tahun.
kendala lainnya adalah telur yang tidak dibuahi. banyak juga induk betina sudah bertelur, namun sampai 14 hari lebih setelah di erami tidak juga kunjung menetas, ternyata telur tersebut tidak dibuahi alias kosong, hal tersebut bisa diakibatkan pada saat terjadi perkawinan, sperma jantan tidak masuk ke kloaka betina, sampai akhirnya pada proses terjadinya telur masih belum terjadi pembuahan.
bisa juga telur tidak menetas karena infertil, bisa disebabkan sperma Murai Jantan terlalu lemah atau Jantan letoy, dalam hal ini sel sperma jantan terlalu lemah sehingga tidak sanggup untuk membuahi ovum, akhirnya terlur yg dihasilkan menjadi infertil. solusi bisa dilakukan dengan memberikan probiotik khusus breeding untuk menguatkan spermanya, bisa juga pakan diracik sendiri. namun jika masih juga tetap. maka jantan perlu di ganti.

Photobucket
Foto oleh David De Souza Collection

induk betina Murai batu akan bertelur sebanyak 2 sampai dengan 6 butir sekali produksi. telur tersebut akan dierami selama kurang lebih 14 hari, setelah masa itu, telur akan menetas. untuk berjaga jaga, agar nantinya kita bisa tahu apabila anakan tela menetas, dan jangan sampai kekurangan pakan, kita bisa mulai memberikan pakan lebih banyak terutama kroto, ulat, dan jangkrik pada masa eraman hari ke 10. untuk berjaga jaga. kita bisa mengetaui telur telah menetas dengan melihat cangkang yang dibuang oleh induk. perlu diketahui bahwa induk akan membuang cangkang dengan radius yang terjauh dari sarangnya, jadi kita bisa mengetahui telur sudah menetas dari cangkang yang dibuang oleh induk

berikut adalah cangkang yang dibuang oleh induk setelah telur menetas

Photobucket



PROSES PRODUKSI

Telur dierami selama kurang lebih 14 hari, selama masa pengeraman ini usahakan sekitar kandang dikondisikan setenang dan senyaman mungkin bagi induk untuk mengeram. sedikit gangguan, longkungan yang tidak tenang, serta adanya gangguan dari hewan lain, maka bisa jadi telur akan dibuang atau induk tidak mau mengerami telur kembali, itulah pentingnya saat penjodohan, kita benar benar seektif memilih induk betina, pilih yang sudah jinak, atau bahkan sangat jinak, hal ini mutlak untuk induk betina. karena kadang kita asal untuk memilih betina, yang kita prioritaskan adalah induk Murai Batu jantan yang bagus, namun yang perlu diingat adalah betina juga sangat perperan dalam proses produksi, bahkan nanti gen yang diturunkan kepada anakan adalah 60% gen dari induk betinanya.
Setelah 14 Hari di erami induk, telur menetas, ciri ciri telur sudah saya ulas diatas. setelah itu kita wajib memberikan pakan lebiih banyak untuk anakan. dalam masa ini adalah masa yang rentan. anakan umur 1 hari s.d 3 hari adalah yang paling rentan, kita harus yakin bahwa suplai makanan bagipiyik terpenuhi, jika kita tidak memantau makanan, atau lalai untuk memberikan makanan berlebih, bisa bisa induk akan membuang anakannya. begitu juga dengan kenyamanan, karena sedikti gangguan terhadap sarang, maka induk tidak akan mau mengerami anakan, akibatnya piyik tidak memperoleh kehangatan dari induknya ujung2nya akan menyebabkan kematian piyik, begitu juga dengan hewan pengganggu, upayakan sarang senyaman dan seaman mungkin terutama semut, kendala utama piyik adalah rentan akan semut, ini biasanya yang sering terjadi, anakan mati dikerubuti semut, saya sendiri pernah mengalaminya.

ini adalah gambar anakan yang baru saja menetas

Photobucket


Untuk pengangkatan anakan bisa dilakukan pada hari pertama, namun resikonya kita harus menyiapkan tempat yang hangat dan lampu untuk menghangatkan anakan karena saat umur 1 s.d 3 hari anakan belum memiliki bulu, sehingga perlu penghangata ektra, keuntungannya adalah yang pasti indukan akan lebih cepat produksi. dengan angkat anakan secara dini, maka kita bisa memantau perkembangan anakan secara penuh.

Photobucket


Yang sering dan umum dilakukan adalah mengangkat anakan saat umur 5 hari s.d 1 minggu pada saat ini kondisi piyik lebih stabil, bulu sudah mulai tumbuh sehingga kita tidak perlu lagi memakai lampu untuk menghangatkannya.
Hindari mengambil piyik lebih dari umur seminggu, saat itu piyik sudah membuka mata sehingga sudah bisa melihat dan mengenal indukannya, dan tidak akan mau kita loloh lagi.

nampak anakan yang sudah siap untuk di pisah dan diangkat dari sarangnya. terlihat dari 3 telur hanya 1 yang berhasil menetas
Photobucket

Setelah seminggu piyik diangkat, biasanya indukan betina akan segera bertelur kembali
Namun saya lebih suka anakan diasuh oleh indukannya, selain pasokan makanan lebih terjamin, indukan akan mengetahui kapan harus eloloh anakannya dan komposisi apa yang paling bagus buay piyiknya selain itu anakan jadi lebih kesat dan lincah, anakan lebih cepat bunyi dan variasi suara yang banyak karena meniru indukannya, kelemahannya tentu saja proses produksi menjadi lebih lama. untuk pengangkatan anakan yang diasuh induk juga relatif lama, minimal 1,5 bulan atau 2 bulan, karena anakan yang diasuh oleh induk cenderung lebih lama untuk bisa makan sendiri, meskipun itu adalah pakan serangga. karena anakan terbiasa dan sudah ketergantungan dengan suapan induk, meski sudah terbang, anakan akan tetap meminta untuk diloloh induknya. saat induk sudah mulai birahi. dan bertelur kembali, maka tuga mengasuh dan meloloh anakan digantikan induk jantan, namn ingat apabila telur sudah menetas, anakan yg ada harus diangkat, karena akan diusur oleh kedua induknya. serutama induk betina, saat itu anakan biasanya berumur sekitar 2 bulan.
saat diangkat kita harus mengkondisikan kembali dan melatih anakan untuk bisa makan voer.

anakan berumur 12 hari, mulai belajar untuk terbang dan keluar dari sarangnya, saat yang rawan, kondisikan anakan dan berjaga jaga dengan memasukkan sarang ke dalam sangkar, agar saat piyik belajar terbang, jatuhnya akan ke sangkar dan tidak keluar terlalu jauh, bahkan jatuh,
Photobucket
anakan umur 3 minggu

Photobucket

Photobucket


Begitu juga dengan memasang ring. Usahakan memasang ring saat umur seminggu, saat ini kaki anakan akan pas dengan besar ring. Kurang dari itu, kaki masih terlalu kecil sehingga menyebabkan rin sering lepas dan resikonya kaki patah karena kita sering memasukkan ring kembali ke kaki karena menang ukuran masih terlalu besar. Pemasangan lebih dari seminggu atau sepuluh hari, kaki sudah terlalu besar, sehingga jika kita memaksa ring masuk, maka resiko kaki juga bisa patah.
Umur 18 hari s.d 1 bulan merupakan umur yang paling riskan dan merupakan masa kritis dari piyikan, pada saat ni piyik sudah mulai aktif dan belajar terbang, piyik sudah keluar dari sarang dan mulai bertengger ditangkringan, selain itu juga mulai belajar makan, maka saat ini kita dituntut untuk lebih ektra merawat. Berikan voer setengah basah untuk piyik belajar makan, selain itu juga diselingi dengan loloh dan juga campur dengan voer. Karena jika kita kurang perhatian pada masa ini, piyik akan mudah sakit dan mati. Selain itu lengkapi pula wadah pakan dengan EF hidup seperti kroto, UK atau UH dan jangkring dengen ukuran kecil untuk piyik belajar makan.
Yang biasa terjadi jika kita kurang memberikan porsi pakan adalah, secara perlahan piyik semakin kurus kaena suplai makan berkurang sementara energi yg digunakan besar karena mulai aktif, selain itu berak akan bening dan ada sedikit gumpalan kuning serta terkadang sedikit bercak darah dan beberapa hari kemudian piyik akan mati.
Setelah masa itu, piyikan melewati masa kritis dan akan segera bisa makan sendiri,

piyik umur 1 bulan. sudah belajar ngeplay
Photobucket

trotol betina

anakan berumur 1,5 bulan. terkdang sudah ada bulu yang rontok berganti bulu dewasa, saat ini adalah saat yang baik untuk pemasteran, biasanya pada masa ini piyik sudah ngeplong dan sering ngeriwik

Photobucket

Umur mengingak 5 bulan, bulu piyik sudah berganti menjadi bulu dewasa, kita bisa melihat perubahannya, mental dan suara juga beruha seiring bergantinya bulu,

saat ini kita bisa mendengar dengan jelas isian isian yang pernah kita masterkan saat masih piyik.
Photobucket

Photobucket

62 komentar:

Anonim mengatakan...

Apakah setiap beternak burung kicauan itu sangkar harus di atur supaya lembab om? Mohon pencerahannya...

Amiexs mengatakan...

Betul om, suhu dan kelembaban merupakan salah satu faktor yang mendukung berhasil atau tidaknya telur menetas, meski bukan faktor yang doniman, namun jika faktor yang satu ini diabaikan, bisa bisa Murai batu hanya bertelur saja tanpa bisa menetas, atau bahkan hanya jodoh saja tanpa mau bertelur.

untuk kandang seperti juga di alamnya yang merupakan iklim tropis dengan kelembaban tinggi, begitu juga dengan kandang Murai Batu

idealnya kelembaban mencapai antara 29 s.d 32c he he he.... saya juga tidak sempat mengukur kelembaban kandang saya sendiri

namun cara yang paling muda adalah, saat kita masuk kekandang Murai Batu, dalam waktu kira kita 5 menit, kita sudah merasakan gerah dan seperti di sauna,

itu mengindikasikan kelembaban yang tinggi, meski suhu sekitar terholong sejuk, antara 22 s.d 23 derajat celsius,

hubungannya dengan kelembaban adalah siklus udara yang lancar, dengan kondisi seperti ini, Murai Batu akan rajin untuk bertelur.

Anonim mengatakan...

assalamualaikum, Om saya khairul dari Aceh. Saya sudah berhasil menjodohkan MB, bahkan sekarang sudah ngeram 8 hari, masalahnya si induk gak mau ngeram dimalam hari. kalo malam selalu tidurnya diluar sarang...bagaimana tu Om? apa mungkin bisa menetas? kenapa induknya bisa seperti itu?
terima kasih sebelumnya

AmiexsBirdFarm mengatakan...

jika seperti itu kayaknya akan sulit untuk menetas om, solusinya bisa di tetaskan dengan mesin tetas, atau juga telur bisa di tetaskan dengan burung yang lain yang kebetulan menetas, bisa dengan burung kutilang, yang biasanya suka ngeram, atau burung lain yang memag kebetulan ngeram.

tidak di erami pada malam hari menyebabkan terhambatnya proses pertumbuhan den perubahan telur, apabila sudah menginjak hari ke 8, saat itu piyik dalam telur sudah hidup, jadi sebisa mungkin tetap dalam kondisi hangat, karena apabila suhu terlalu dingin, ototamatis, akan menyebabkan kematian piyik di dalam telur yang berujung telur tidak akan menetas

Anonim mengatakan...

terima kasih atas jawabannya Om. mesin penetas? mohon bagi ilmu tentang mesin ini Om, ukurannya, bentuknya, suhu untuk penetasan telur burung dan lainnya. kalo Om ada kesempatan tolonglah dibikin tread tentang mesin penetas ini, pasti akan sangat bermanfaat bagi kami2 ini yang pemula.

Amiexs mengatakan...

baik om, saya akan segera upload mesin penetas yang biasa digunakan oleh teman teman breeder lan sebagai ilustrasi, namun sebelumnya saya harus meminta ijin kepada mereka untuk menampilkannya disini.. jadi mohon bisa bersabar, dan akan saya jelaskan pula all about mesin tetas...

Anonim mengatakan...

Makanan (EF) apa yang harus kita siapkan Untuk calon anak MB yang akan menetas nanti selain kroto? dan pada H-? berapa kita mulai mempersiapkan EF tersebut?
sebelumnya terima kasih atas jawabannya.

Anonim mengatakan...

Ms amix, terima kasih infonya, saya banyak belajar. Mau konsultasi, saya sudah menjodohkam MB sejak 13 Feb 2011, sampai sekarang yang jantan udah sering masuk sarang dan berkicau lembut di dalam kotak, tetapi yang betina belum tertarik masuk kotak, 2 hari ini nafsu makan burung meningkat... apakah tanda-tanda betina mulai berahi. Dia sering ngeper bila saya membawa jangkrik. Kalua jantan bawa jangkrik sering direbut. Dan jantan ngalah.
Santosa Smg

Amiexs mengatakan...

@ anonim
untuk calon anakan paling b agus adalah kroto, meski tidak salah juga untuk memberikan jangkrik dan Ulat Hongkong, namun kroto memiliki kualitas terbaik, karena selain banyak mengandung protein, sifat kroto yang lunak mudah dicerna oleh anakan Murai yang masih baru menetas, untuk pemberian pakan sebaiknya 2 hari sebelum menetas, dengan asumsi menetas adalah 14 hari sejak telur pertama.

bagi jantan yang masih masuk sarang itu pertanda Murai Batu memang masih baru jodoh dan belum perna produksi, jantan sering memanggil dan merangsang betinanya agar cepat birahi dan kawin dengan cara seperti itu.
salah satu ciri betina yang sedang birahi adalah dengan ngeper, tidak masalah jantan mengalah, itu tandanya memang sudah berjodih dan bahkan nanti saat mengram jadi induk yang baik bagi betina dan anak"nya...

Anonim mengatakan...

maaf Om Amiex nanya lagi biar gak sesat di jalan, Alhamdulillah MBnya sudah netas hari kamis,saya asumsi netas karna kedua induk bawa jangkrik yang dirobek2 ke sarang. tapi tidak tau berapa ekor karna takut ngintip.rencana saya setelah 5 hari baru saya akan melihatnya. nah, kalo kita angkat H+5 mungkin akan membutuhkan inkubator, biasanya suhu untuk inkubator berapa ya Om?
terima kasih atas jawaban dan bimbingannya,hanya Allah lah yang sanggup membalasnya.

Amiexs mengatakan...

Alhamdulillah jika memang sudah netes mas, untuk pengambilan umur 5 hari saat malam masih perlu penghangat, idelnya suhu sekitar 29 atau 30 derajat mas, lebih dri itu terlalu panas bagi pitik, kurang dari itu juga akan terlalu dingin bagi piyik


saya buat sendiri inkobator mas, dilengkapi dengan termometer, dan juga fan blower, yg ara embusannya keluar, jadi saat suu didalam terlalu panas, kita matikan 1 atau 2 lampu, karena saya memakai 3 kampu 5 watt, dan apabila masih terlalu panas, karena suhu ga akan mungkin cepet turun, dengan sendirinya (memerlukan waktu) maka saya hidupkan blowernya, maka dalam waktu sekitar 30 detik suhu dah bisa turun.

piyik jadi bisa nyaman

Anonim mengatakan...

Terima kasih infonya,
Santosa

Anonim mengatakan...

blognya sangat bagus dan dilengkapi foto/video... lanjutkan, bang..
ijin menyimak dr jauh

salam,
Bob K. - Pamekasan

Amiexs mengatakan...

^
^
^
Terimakasih mas...
regards

Amiexs

Anonim mengatakan...

Terima kasih artikelnya, isinya sangat sangat membantu sekali. kebetulan saya sedang mau berternak murai om.Sukses selalu dan tambah maju om.


widi admoko

Java bird farm (JBF)

Mitratech mengatakan...

Artikelnya sangat lengkap dan details dan terimakasih sudah bersedia upload dan beruntung saya menemukan blog ini, dan melalui post komentar ini juga sekalian saya tanya ya...Om Amiexs mumpung suhunya MB. Yang ingin saya tanyakan :
1. Apakah MB bisa dijodohkan dengan penyilangan (contoh MB Borneo dengan MB Medan,aceh, lampung dll)
2. Apakah juga menyediakan MB untuk ternakan (ma'af jualan gitu)

Salam kenal sebelumnya...

Mitratech mengatakan...

Om Amiexs...saya minta ijin nyimak dan kopas yach untuk blog Om Amiexs, saya sangat tertarik dengan manangkar MB supaya berkenan...

Amiexs mengatakan...

@ Miratech

trims atas atensinya ya mas...!!!

MB bisa saja dengan mengawin silangkan Mb dari lain daerah, karena induk saya juga ada yg sudah merupakan silangan, antara MB Medan dan Borneo, dan ini emang saya lakukan untuk megetrahui gen gen dalam Mb tersebut, sekaligus sebagai Mb ekperimen saya, sehingga nanti hasilnya bisa saya aplikasikan pada Mb yang lain, .. mengapa saya memilih MB medan dan borneo...?? karena kedua Mb tersebut memiliki karakter yang sangat berbeda, gen dominan mereka juga berbeda, oleh karena itu akan lebih mudah memantaunya daripada saya silangkan Mb medan dengan lampung atau Medan dengan aceh yang secara fisik dan fenetis hampir sama...

saya tidak menyediakan Mb untuk ternak mas, namun kadang memang saya melepas induk saya keran kebetulan saat itu dapat Mb baru yg saya coba untuk kembangkan, atau biasanya saya mendapatkan Mb ekor panjang (karena saya suka MB ekor panjang)

silahkan di copas mas, ....

Anonim mengatakan...

maaf mas mau tanya....untuk pemberian makan ( takarannya) mulai dari proses kawin ampe meloloh jika udah netas gmn ya mas...mohon informasinya matur nuwun

Amiexs mengatakan...

baik saya akan jelaskan mas, tapi sabar ya.. he he he.. nti bisa langsung dibaca secara lengkapmas

yandrig mengatakan...

mas amiexs puatennnn abis....everthing it's very2 good salam dari breder di tanjung pandan(Igun Ba-bel)

Amiexs mengatakan...

salam juga mas, wah, sebeng bisa kenal sesama breeder....

Putroe mengatakan...

wuiiicchhh.....
smua jempoler ane tak kasi toeks Om Amiexs...jgn bosan2 di share ilmu Om, very2 mbantu. terlebih setelah POPULASI MB di ACEH skarang drop buanget. mudah-mudahan nech Om Pemkab. Aceh Tengah segera memanggil Om Amiexs sebagai "dosen" breeding MB yg skarang sudah dicanangkan di Kab. Aceh Tengah. couse MB sebagai Predator hama ulat di Buah Pala sudah sangat berkurang populasi'a...sekali lagi succes Om.

phangputroe-Banda Aceh

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum Om Amiexs, saya ingin bertanya kenapa sudah 2x produksi MB saya cuma netas satu anak? anak pertama netas 2 ekor setelah itu satu satu. mohon pencerahannya?

naryo mengatakan...

Asss. Om..berapa harga sepaasang muarai batu ekor panjang tersebut Om dan alamat Panjenengan tepatnya dimana sewaktu" mau sowan


snario67@gmail.com

Amiexs mengatakan...

@Poetra
trims om atas atensinua, awal breeding sebenarnya dari hobby mas, karena sejak dulu saya suka memelihara, jadi sekarang sampai breeding Mb juga berawal dari kesenangan, saya sangat senang jika banyak temen yang breeding juga, dengan senang hati saya akan sharing, he he he

saat ini saya konsesn ke Mb ekor panjang, karena dialam pun sangat susah mencari Mb ekor panjang, dan saya dengar Mb Mb ekor panjang sudah mulai lari keluar negeri, jadi jangan sampai Mb ekor panjang asal Indonesia menjadi trade mark negara lain,

jika memang di acaeh masih ada Mb ekor [anjang minimal 28cm diukur real aya minat mas, untuk saya jadikan induk...


@ anomin
hal yang wajar mas, telur tidak menetas semua, namun jika seirng terjadi, bisa jadi sperma jantan kurang banyak atau kurang bagus kualitasnya, sehingga tidak bisa membuahi seluruh sel telur betina, solusinya bisa di beri pakan yang banyak mengandung protein tinggi, bisa berupa kroto, ulat hongkong, ulat jerman, dan juga cacing, karena proses reproduksi jantan dan betina memerlkan protein tinggi, bisa juga di pacu dengan hormon untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas sperma dan juga memperbanyak sel sperma.

@ naryo
Untuk harga Mb ekor panjang mulai arga 1,5juta umur 1,5 bulan jantan mas, tergantng dari kualitas induk, untuk alamat saya sudah tertera di label, silahkan surfing blog ini, semoga bisa bermanfaat

Anonim mengatakan...

Salut buat Om Amiexs, hidup breeding.

Om saya punya masalah, indukan saya bertelur lagi setelah 7 hari mengeram. Saya khawatir telur susulan ini tidak dierami lagi setelah telur pertama menetas. Nah saya mau nanya kalau ditetaskan dengan mesin penetas telur, berapa suhu yang diperlukan? Dan berapa kali pemutaran telurnya? Dan hal2 lain yang dibutuhkan.

Terima kasih.

Amiexs mengatakan...

Trims Om, semua berawal dari hobby

wah, kalau masalah penetasan melalui mesin tetas saya sangat awam mas.. he he he, biasanya yg dilakukan pada telur ayam, kalau telur Mb saya belum pernah coba, namun di Singapura kayaknya ada yg bisa, jangandi sg deh, mungkin diindonesia juga ada, coba googling aja mas...

PUTRA BANJAR mengatakan...

Wah . . . pstng yg bagus jadi ingin mencoba . . . lam knal om. .

Anonim mengatakan...

salam om amiexs. Saya mau tanya. Bagaimana proses yg om terapkan untuk menyamakan birahi dari sekian banyak jantan dan betina. Saya tertarik untuk menangkar mb, namun terkendala dalam mengatur birahi mb. Mohon dipaparkan secara detail ya om.
Salam MrRiusGuy

Anonim mengatakan...

om murai saya dah telur 2, klo pagi turun dari box n siang juga turun n sore menjelang magrib juga turun, apa itu mengeram yang bagus ?

Anonim mengatakan...

mulai bertelur ke 1 tgl 14 juni, 16 bertelur lagi tgl 20 mulai mngeram kira2 siap netas kapan?

Amiexs mengatakan...

@ MrRiusGuy
saya menerapkan fooding variatuf pada semua Mb saya ms, jadi saya berikan beberapa macam fooding sekaligus dalam sehari, biasanya saya berikan kroto dipagi hari bersamaan dengan ulat kandang, untuk siang dan sore baru saya berikan jangkrik, kadang selingan satya beri cacing atau ikan kecil, dengan metode tersebut, sampai saat ini semua induk bisa sama sama saat birahi, keculi kalau emang salah satu belum cukup umur atau belum matang gonad

Amiexs mengatakan...

@ Anonim
sebenarnya Mb turun ga menjadi masalah mas, behkan di farm saya ada yg beberapa betina bahkan nampak jarang mebngerami telurnya, namun meski begitu telur tetap menetas

Amiexs mengatakan...

untuk menetas beri jangka waktu 14 s.d 20 hari sejak telur pertama, jadi jika bertelur pertama tgl 14 Juni nanti dipantau saja tgl 7 juli apakah ada cangkang yg dibuang sama induknya, jika ada cangkang didasar kandang itu artinya telur menetas, jk belum ada bisa sabar sebentar kasih waktu sampai dengan tanggal 12 atau 13 juli, namun tidak ada salahnya sejak tanggal 7 EF sudah dipersiakan secara maksimal

EsTea CannaVaro mengatakan...

mohon maaf, mungkin pertanyaan saya agak sedikit melenceng. tapi tetap pada masalah penangkaran. untuk anakan yang diangkat pada umur 3 hari, bagaimana interval pemberian pakannya? apakah setiap "mangap" selalu diloloh?
pernah saya membaca sebuah tulisan dari seorang penangkar, tapi entah di mana saya lupa, bahwa jika meloloh anakan yag berumur 1-3 hari sampai kekenyangan dapat menyebabkan kematian bagi si piyik, apakah benar. mohon penverahannya. terimakasih.

Amiexs mengatakan...

piyik usia 0 s.d 4 hari sangat riskan dan perlu kehati hatian dalam penanganannya, piyik usia 0 s.d 4 hari peka terhadap suara, jadi sepelan apapun suara akan terdangar dan respon nya adalah dengan otomatis piyik akan membuka mulut untuk minta loloh,
untuk proses meloloh alangkah baiknya di beri jeda 1 jam sekali dengan porsi setiap loloh adalah 2 s.d 3 butir kroto, jadi jangan terlalu banyak, menginjak hari ke3 bisa ditambah, dan yang perlu diingat adalah bentuk dari perut, karena Mb bukan unggas, jadi tidak memiliki tembolok, maka makanan langsung menuju usu dan tidak disimpan ditembolok, usahakan bentuk perut tetp proporsional dengan keseluruhan tubuh, perut yang membuncit merupakan indikasi bahwa piyik tersebut terlalu eknyang, dan jika makanan tidak bisa tercerna secara normal, maka akan terjadi penumpukan dan juga pembentukan zat amoniak dalam perut sehingga penyebabkan piyik mati

EsTea CannaVaro mengatakan...

terima kasih atas penjelasannya, saya jadi paham sekarang. jadi setiap jam, tiap ekor piyik umur >3hari cuma diloloh 3 butir kroto saja? maaf kalo mbulet, maklum saja, masih pemula om.
ada pertanyaan lagi, kalau berkanan mohon dijawab juga. seandainya tidak ada kroto dan diganti jangkrik, yang diambil cuma bagian dalamnya saja, berapa porsinya untuk tiap meloloh? apa cukup 1 atau 2 ekor jangkrik tiap piyik? terimakasih

Ari-Febrianto mengatakan...

Askum om...
Saya mau tanya om,knapa mb saya yg jantan kog slalu memburu mb btina,tapi cuma mengejar tidak menghajar,dan tidurnya blm mau ber jejer,padahal saya beli MB tsb sudah pernah produksi di rumah tman saya!..,apakah ini gak papa klau di biarin om...?? Za maklum,baru pemula om..he he

Amiexs mengatakan...

selama masih sebatas ngejar aja ga masalah mas, namun jika sudah sampai mengahajar, baru perlu dipisahkan

Iwan A.B mengatakan...

Om...kalau kedua indukan di dekatkan dan keduanya saling ngebatman,kadang si betina takut (nglabak),tapi kadang betina sperti mau melawan si jantan sambil ngebatman,bgitu pula si jantan, sambil ngriwik...itu gimana?? Apakah hampir jodoh?? Tapi tidurnya masih blm mau ber jejer..tapi si jantan udah rajin ngriwik...
Mohon shering nya.,makasih

Anonim mengatakan...

mas saya mau tanya klo indukan betina ngurak masih bisa produksi? soalnya baru masuk kandang besar seminggu yang betina ngurak! trims tanggapannya

ptuah bijak mengatakan...

wah mantap skli om blognya,,,,,jd pngin nyoba nee,tp saya gak punya lahan ato pekarangan om,misalkan saya nangkarkannya d'atas rumah(dek-dekan/cor) bisa gak om,mohon masukannya trims,,,,,,

Amiexs mengatakan...

@ anonim
selama kebutuhan nutrisi betina terpenuhi, saya yakin betina masih bisa poduksi, asal bulu bulu sudah lengkap dalam arti hanya tinggal dorong saja dan sudah tumbuh bulu baru, betina saya beberapa masih proses ngurak juga sudah bisa produksi mas

Amiexs mengatakan...

@ Ptuah Bijak

Bisa mas, asal suhu telah sesuai dengan kondisi MB, dalam arti tidak terlalu panas, dan yang lebih penting dalah Mb merasa nyaman dengan kandang tersebut, berarapun ukuranya tidak amsalah asal Mb merasa nyaman

dblimbing mengatakan...

Assalamualaikum ..
artikel nya joss mas :)

mas saya pemula, MB saya itu nelor 3 tpi yang netas 1 , solusi nya gmna mas? ato harus pake vitamin yg d beli di pasaran? biasanya vitamin" nya apa mas?
maaf mas saya nanya mulu ..

salam dari malang :)

Amiexs mengatakan...

KALAU MASIH ADA YANG MENETAS MASIH BAGUS MAS..

apabila induk selalu bertelur 1 atau telur sering tidak menetas, harus ditambah vitamin, karena bisa jadi telur tidak dibuahi sama pejantan karena sperma kurang fertil atau bisa juga kurang asupan nutrisi terutama kalsium dan protein...

namun apabila kasus mas sudah bisa bertelur 3, itu pertanda baik, menetas 1 hal yang wajar apalagi jika induk betina masih baru beberapa kali bertelur, namun jika hal tersebut sering terjadi, permasalahan ada pada betinanya mas, bisa jadi betina memang kurang pintar mengeram, hal ini juga biasa terjadi pada beberapa betina, atau mungkin kondisi lingkungan kandang yang kurang mendukung dan kurang kondusif, bisa jadi juga karena faktor kelalaian kita....

herman tio mengatakan...

saya mau bertanya pak, masih newbir nih :)
saya menjodohkan murai batu saya, setelah saya gabung kedua nya si betina malahan yg kejar2 si jantan sampai si jantan terpojok, seperti terlihat stress, padahal sebelum di gabung si jantan nge riwik2 alias gacor melihat betinanya.. setelah di gabung berdua si jantan seperti kalah,, dan ga berani lagi... itu penyebab nya apa pak ya ? terima kasih pak

bantal guleng mengatakan...

mas anak,an umur 6 bulan untuk mb jantan harga y brapa ya om?????

kaz mengatakan...

salam kenal Om Amiexs,sy mw nanya..MB sy sdh jodoh,dan sekarang sy pantau MB yg betina mulai mengambil daun2 pinus ke sarangnya berulang kali.apa ini tandanya MB sy mw bertelor??kalo situasinya seperti ini,bgmn dgn pakannya om?? mohon bantuannya om,maklum msh pemula...
trims..

Anonim mengatakan...

om klo pasangan baru muray yg lg ngurak klo lngsg dimasukan kekandang tangkar gak melalui perjodohan dulu ada efeknya tidak om??keduanya tidak saling serang

Anonim mengatakan...

mas mbku habis ganti bulu kok ndak pernah bunyi ya, kira-kira masalahnya apa, tolong bantuannya... trims

Anonim mengatakan...

mas, salam kenal dari klaten. mau tanya nih. kenapa pejantan mb ku takut ama betina ya mas. malah sampe nyungsep di pasir di pojok kandang. trima kasih.

hendry aja mengatakan...

Sip mas,salam sukses mas,g bertanya la wong sudah pada tanya semua,heehehhe

Goenawan Wae mengatakan...

Punten mas...
sy mau nanya, klo anakan MB sy koq sering mati saat belajar terbang ya ?
saat bljr terbang jatuh lalu burungnya gak bisa berdiri , dan bbrp hari kemudian mati ( kcelakan ini dah 90% terjadi sama anakan brungku mas )jadi klo beranak 3 mati 1 / brnak 2 mati 1.

mohon pencerahannya mas dan cara ngobatinnya.

terima kasih mas , ( salam kenal )

Benny Saputra mengatakan...

Slam knal om,,
om saya rencana nya mao mncoba menangkarkan muraibatu peliharaan sya,,tpi utk kadang penangkaran nya sya tidak tau mau di buat mengarah kemana nya,,jdi sebaik nya penangkaran tersebut mengahadap matahari pagi atau sebalik nya om?
Mhon petunjuk nya,,
oya om,,kalau gak mengahadap matahari cuma dpat matahari siang dan sore bisa gax MB tersebut berproduksi,dan ada gak efek negatif nya bgi MB tsb,,soal nha sya rencana nya mau buat penangkaran nya tu utk atap sebagian seng dan sebagian lagi seng plastik biar cahaya matahari bisa masuk dari atas,dan sore nya matahari masuk dri depan,,soal nha utk tempat tidak ada yg pas mengahdap matahari pagi,,mohon petunjuk nya om,,
salam,,!

DIARY MY BIRD mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
DIARY MY BIRD mengatakan...

Mas minta ijin untuk nge share ya..kebetulan aku juga sedang belajar untuk ternak murai, tapi Pejantanku baru berumur 7 bulan betinanya sudah hampir dua tahun, mohon saran kapan aku bisa jodohin itu murai, makasih mas..

Baharudin Kurniawan mengatakan...

salam kenal Om, aku Baharudin Klaten, ni barusan aku jodohkan murai, udah unjal, tinggal nunggu nelor, selama ini berjalan baik dari penjodohannya ampe unjal, tapi apa bener Om kalau telur tembean biasanya sulit menetas? suwun.

Anonim mengatakan...

mas Amiex,
terima kasih udah mau berbagi ilmu di blognya.

ada yg mau saya tanyakan mengenai breeding ini.
Apa kita harus stop EF pada saat indukan betina sedang mengeram, dengan maksud agar indukan tidak naik birahi yang akan merusak telur dan sarang..?

satu lagi pertanyaannya...apakah indukan betina akan selalu dalam sarang bila sudah bertelur atau lebih sering keluar sarang ?

terima kasih sebelum dan sesudahnya

salam
nana

Beternak Kenari mengatakan...

apakah benar ada murai medan ekor panajng dan pendek,? apakah sudah bisa kelihatan ketika berumur 4 bulan mana yang panjang dan pendek?

rahmad toni mengatakan...

saya toni dari malang,om saya bisa dikasih info masalah cara perawatan MB dari piyik sampai makan sendiri???
itu berapa jam sekali??
mohon infonya secara detail.

terima kasih.

Poskan Komentar